Cara Budidaya Tanaman Pepaya

Cara Budidaya Tanaman Pepaya –  Kalo pencernaan kamu rada susah dan keras, dimana hal tersebut membuat kamu merasa tidak nyaman dan kesakitan ketika melakukan buang air besar, maka ada satu obat alami yang mungkin sudah dikenal secara luas oleh masyrakat Indonesia, yaitu buah pepaya ! yap, memang buah ini dapat melancarkan pencernaan secara seketika, ajaib bukan ?

Namun manfaat dari buah pepaya ini gak sebatas cuman buat ngebantu kamu kalo terkena masalah BAB yang keras dan kurang lancar, masih banyak mafaat yang dapat menjadi alasan kita mengapa kita harus mengkonsumsi buah ini,setidaknya ada 9 manfaat yang dapat kami bagikan, yaitu :

  • Menyehatkan rambut dan kuku
  • Menyehatkan mata
  • Menyembuhkan kulit yang terbakar sinar matahari
  • Memperlancar pencernaan
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Mengurangi resiko terkena kanker
  • Antipenuaan
  • Meningkatkan system kekebalan tubuh
  • Baik untuk penyakit demam dengue

Banyak banget kan manfaatnya yang sangat baik untuk tubuh ? nah sayang banget kalo kamu jarang atau bahkan gak mengkonsumsi buah ini secara rutin, karena kamu gak akan mendaptkan mafaatnya loh.

Sekarang kan udah tau nih ya manfaatnya, jadi dari pada kamu boros ngeluarin uang buat beli buah ini setiap hari, lebih baik kamu membudidayakannya sendiri dengan cara menanam tanaman ini agar buahnya dapat kamu konsumsi untuk kamu pribadi dan juga dapat dikonsumsi oleh lingkungan sekitar kamu, udah sehat dapet pahala lai kan ya hahaha, oke simak langkah – langkah untuk membudidayakan tanaman pepaya ini secara mudah ya guys :

  • Pertama adalah memilih benih pepaya yang akan digunakan, pertama kamu harus menemukan buah pepaya yang matang di pohon dan usahakan untuk memilih bentuk buah memanjang, tidak cacat, dan bebas dari penyakit, kemudian pilih biji yang berwarna hitam yang terletak pada bagian ujung hingga tengah buah, jangan mengambil biji dari pangkal buah.
  • Langkah berikutnya adalah penyemaian benih pepaya, namun sebelum disemai harus dikecambahkan terlebih dahulu dimana langkah ini berguna untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya, setelah bibit berkecambah menjadi bibit, pindahkan kecambah – kecambah tersebut dalam polybag semai, satu bibit untuk satu polybag. Kamu diharuskan untuk memilih polybag kecil yang berukuran 9×10 cm, dan sebelumnya usahakan untuk isi polybag dengan media persemaian yang terdiri dari tanah, kompos, arang sekam yang telah diayak dengan perbandingan 1:1:1, setalah bibit dipindahkan basahi media untuk menjaga kelembapannya, kemudian letakan polybag-polybag tersebut dengan bilik persemaian yang ternaungi. Naungan bisa dibuat dari plastic bening atau paranet, yang fungsinya untuk melindungi bibit dari kucuran hujan langsung, sengatan matahari dan terpaan angina. Bibit siap dipindahkan ke lahan terbuka setelah umur 2 sampai 2,5 bulan sejak disemaikan, kebutuhan benih pepaya untuk satu hektar adalah sekitar 60 gram.
  • Selanjutnya kita akan sampai pada langkah pengolahan tanah dan penanaman, pengolahan tanah yang dibahas pada tulisan ini adlaah hamparan non terasering, pertama gemburkan tanah dengan mencangkul atau dibajak, kemudian buat bedengan selebar 2 meter yang panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi sekitar 20 sampai 30 cm, untuk jarak antar bedengan selebar 50 cm dan jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam.selanjutnya buat lubang tanam sesuai dengan jarak tanamnya, untuk ukuran lubang 50x50x40 cm, dan ketika sudah membuat lubang, biarkan lubang tersebut untuk terbuka selama 1 sampai 2 minggu. setelah lubang tanam siap, pindahkan polybag semai kelubang tanam, setelah ditanam lakukan penyiraman pagi atau sore hari setidaknya sampai tanaman berumur 1,5 bulan sejak dipindahkan. Ada dua kebiasaan dalam membudidayakan pepaya, yaitu menanam satu atau dua bibit dalam satu lubang semai, tujuan menanam dua bibit yaitu untuk menghindari tumbuhnya pepaya jantan dan pepaya betina serta memudahkan penyulaman. Pada bulan ke 4, pepaya akan berbunga untuk pertama kalinya, lakukan seleksi untuk mencabut pepaya yang tidak dikehendaki hingga pada akhirnya hanya satu pepaya sempurna perlubang tanam yang dibiarkan tumbuh hingga berbuah.
  • Perawatan budidaya pepaya merupakan langkah berikutnya, penyulaman tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan sejak tanam, tanaman yang tumbuhnya jelek atau berpenyakit dicabut dan diganti dengan bibit baru, apanila menggunakan metode dua bibit dalam satu lubang tanam, tinggal mencabut tanaman yang terlihat tidak bagus. Pemupukan susulan dimulai dua minggu setelah bibit dipindahkan, pemupukan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya, untuk kedalaman parit kurang lebih 5 sampai 10 cm, campuran pupuk diletakan pada parit tersebut.
  • Langkah terakhir adalah melakukan pemanenan, dimana budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9 sampai 14 bulan, dan frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktifitas budidaya pepaya berkisar 20 sampai 35 ton per hektar dan hal ini tergantung dari berbagai aspek seperti iklim, varietas, dan teknik budidaya. Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon, cirinya adalah terdapat garis – garis menguning pada kulit buahnya.

Mungkin sekian informasi terkait mengenai cara dalam membudidayakan tanaman pepaya yang memiliki banyak sekali manfaat khususnya adalah daris egi kecantikan, jadi kalo kamu mau mengkonsumsi pepaya setiap hari dan tetap berhemat maka dari itu menjadi sebuh signal tersendiri buat kamu untuk membudidayakannya, semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penggiat budidaya tanaman pepaya.

Updated: Februari 3, 2019 — 2:20 pm
Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme