Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari – Proses terjadinya gerhana matahari cukup rumit. Walaupun begitu, Ilmuan astronomi tertarik menelitinya lebih detail. Sehingga, proses gerhana bisa disimpulkan dengan jelas. Terukur secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Adanya penelitian proses, gerhana tidak lagi ditafsirkan mitos. Tentu ini keberhasilan prestisius yang bisa diwariskan. Atas dasar itu, di artikel kali ini, kami menjelaskan pengertian dan proses terjadinya gerhana matahari. Narasi singkat padat untuk dikenal bahkan di pelajari generasi penerus.

Pengertian Gerhana Matahari

Pengertian Gerhana matahari adalah fenomena alam. Yang terjadi akibat matahari terhalang bulan. Pada umumnya, dua benda langit ini be-rotasi terpisah. Akan tetapi, di waktu-waktu tertentu, keduanya berposisi sejajar diantara bumi.

Manakala posisi matahari, bumi dan bulan sejajar, cahaya matahari tertutup bulan sehingga meredup bahkan hilang total. Maka dari itu, ketika gerhana matahari terjadi, bumi gelap gulita. Bahkan, suasana siang laksana malam hari.  Karena minimnya cahaya matahari yang masuk ke bumi.

Gerhana matahari merupakan moment langka. Bahkan, dalam 10 tahun, terjadi satu kali saja. Hal inilah, yang menjadikan gerhana matahari “primadona”. Selalu dinanti masyarakat di dunia. Bahkan,  pengunjung rela ke luar negeri semata untuk melihat gerhana matahari.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Terjadinya gerhana matahari sangat luar biasa. Tidak ada manusia bangsa manapun yang bisa melakukannya. Terjadinya gerhana matahari tak lain bukti kekuasaan ilahiah. Yang menunjukkan kepada mahluknya, kalau DIA-lah yang maha besar.  Atas dasar itu, proses terjadinya gerhana matahari harus dijadikan dasar bersyukur yang ikhlas.

  1. Proses pertama, warna langit meredup. Yang awalnya biru cerah, menjadi sedikit gelap.
  2. Beberapa saat kemudian, terlihat bayangan gelap mendekati matahari dengan pelan. Bayangan gelap itu merupakan bayangan bulan. Di fase ini, posisi matahari, bumi dan matahari hampir sejajar.
  3. Selanjutnya, bayangan gelap semakin besar. Sehingga, cahaya matahari mulai berkurang. Bahkan, Matahari terlihat seperti bulan sabit.
  4. Beberapa saat kemudian, bayangan gelap berhasil menutupi seluruh badan matahari. Di tahap inilah, kondisi bumi gelap gulita.
  5. Karena bulan be-rotasi, akhirnya bayangan gelap bergerak meninggalkan matahari dengan perlahan. Sehingga cahaya matahari kembali serupa bulan sabit.
  6. Beberapa saat kemudian, cahaya matahari semakin terang. Karena bayangan hitam terus menjauh. Akhirnya, bayangan hitam hilang, matahari kembali bercahaya.

Itulah pengertian dan proses terjadinya gerhana matahari. Semoga narasi diatas, bisa menjadi pengetahuan pasti tentang fenomena ini. Sehingga, tidak ada lagi anggapan gerhana matahari disebabkan mitos-mitos tertentu.

Updated: Februari 5, 2019 — 2:08 am
Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme