Pengertian, Jenis-jenis, Tujuan dan Manfaat Audit

Pengertian, Jenis-jenis, Tujuan dan Manfaat Audit – Secara umum audit atau pemeriksaan adalah sebuah proses evaluasi terhadap suatu produk, organisasi, sistem, atau proses. Proses pemeriksaannya dilakukan oleh seseorang yang disebut auditor. Seorang auditor diharuskan berkompeten, objektif serta tidak memihak.

Hal ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang disetujui serta diterima.

Adapun beberapa ahli memiliki pendapat tentang Pengertian audit, yaitu sebagai berikut:

  • Alvin A. Arens, Mark S. Beasley dan Randal J. Elder (2011 :4)

Berpendapat bahwa,  Proses Audit merupakan pengumpulan dan pertimbangan bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan ukuran yang telah ditetapkan. Audit harus dilaksanakan oleh seorang yang berpengalaman, tanpa paksaan.

  • Sukrisno Agoes (2004)

Berpendapat bahwa, Audit adalah suatu pengamatan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan pembukuan dan bukti-bukti penunjangnya.

  • Konrath (2002: 5)

Berpendapat bahwa, Audit adalah suatu proses sistematis yang secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang berbagai kegiatan dan kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan, dan kemudian mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Jenis-Jenis dan Tujuan Audit

Jenis-jenis proses audit terbagi menjadi 3, yakni Operational Audit, Compilcance Audit dan Finacial Audit, berikut adalah penjelasannya :

  1. Operational Audit : Operasional audit atau manajemen audit merupakan pemeriksaan atas semua atau sebagian kebijakan dan prosedur operasional suatu organisasi untuk menilai efisiensi , efektifitas, dan ekonomisasinya.
  2. Compliance Audit : Compliance Audit merupakan pemeriksaan untuk mengetahui apakah prosedur dan aturan yang telah ditetapkan pengaruh berwenang sudah ditaati oleh anggota di organisasi tersebut.
  3. Financial audit : Financial Audit adalah evaluasi kesesuaian laporan keuangan yang dihadirkan bagi manajemen menurut keseluruhan dibandingkan dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku publik.

Adapun tujuan terentu dari setiap pelaksanaan audit, berikut adalah penjelasannya :

  1. Kelengkapan : Bertujuan untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau tetera dalam jurnal secara aktual.
  2. Ketepatan : bertujuan untuk memastikan setiap transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat dalam jumlah dan perhitungan yang benar serta diklasifikasikan dan dicatat dengan tepat.
  3. Eksistensi : Bertujuan untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada waktu tertentu.
  4. Penilaian : Tujuan audit ini untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku telah diterapkan dengan benar.
  5. Klasifikasi : untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal telah diklasifikasikan dengan tepat.
  6. Ketepatan : Guna memastikan bahwa semua transaksi sudah dicatat pada tanggal yang benar, serta rincian dalam saldo akun sesuai dengan yang ada di buku besar, dan penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
  7. Pisah Batas : untuk memastikan bahwa segala transaksi yang dkeat dengan tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat.
  8. Pengungkapan : bertujuan untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan penugnkapan telah sajikan degan wajar dalam laporan keuangan.

Manfaat Audit

Pada kegiatan audit ada manfaat yang dirasakan oleh beberapa pihak, seperti Pihak yang diaudit, Anggota lain dalam badan usaha dan badan pemerintah. Berikut adalah rinciannya :

Manfaat Bagi Pihak yang Diaudit :

  1. Menambah integritas laporan keuangannya, sehingga laporan tersebut bisa dipercaya oleh pihak luar seperti : pemegang saham, kreditor, pemerintah dll.
  2. Mencegah dan menemukan fraud (kecurangan) yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.
  3. Memberikan dasar yang lebih dapat dipercaya untuk penyiapan surat pemberitahuan pajak yang diserahkan kepada pemerintah.
  4. Membuka pintu bagi masuknya sumber pembiayaan dari luar.
  5. Menyiapkan kesalahan dan penyimpangan moneter dalam catatan keuangan.

Manfaat Bagi Anggota Lain dalam Badan Usaha :

  • Memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada pihak kreditur untuk mengambil keputusan kredit.
  • Memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada pihak asuransi untuk menyelesaikan klaim atas kerugian yang diasuransikan.
  • Memberikan dasar yang lebih terpercaya kepada pihak investor atau calon investor untuk menilai prestasi investasi dan kepengurusan manajemen.
  • Memberikan dasar yang independen kepada pihak serikat buruh.
  • Memberikan dasar yang independen kepada pembeli maupun penjual untuk syarat penjualan, pembelian atau penggabungan perusahaan.
  • Memberikan dasar yag lebih baik dan meyakinkan kepada klien.

Baca Juga :

Manfaat bagi Badan Pemerintahan

  1. Memberikan tambahan kejelasan yang independen tentang ketelitian serta jaminan laporan keuangan
  2. Memberikan dasar yang independen kepada badan yang bergerak di bidang hukum untuk mengurus harta warisan dan harta titipan, juga untuk menyelesaikan masalah dalam kebangkrutan serta insolvensi dan menentukan pelaksanaan perjanjian persekutuan.
  3. Memegangn peranan yang menentukan dalam mencapai tujuan undang-udang keamanan nasional
Updated: Desember 3, 2018 — 3:25 pm
Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme