Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat

Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat – Islam memiliki rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat penganutnya. Rukun islam merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan seorang muslim dalam mencapai tingkatan Islam yang sempurna. Salah satu dari lima rukun islam tersebut adalah zakat.

Zakat merupakan salah satu ibadah wajib bagi seorang muslim yang pada intinya merupakan kegiatan berbagi seorang muslim kepada saudara sesamanya.

Baca Juga :

Zakat pada dasarnya diwajibkan sebagai sarana menjalin silaturahmi yang baik bagi sesama muslim. zakat berasal dari kata dalam bahasa Arab zakah yang artinya harta tertentu yang wajib diberikan atau dikeluarkan oleh seseorang dan diberikan kepada golongan orang yang berhak menerimanya.

Banyak kategori golongan orang yang wajib menerima zakat seperti fakir, miskin, mualaf, hamba sahaya, dan lain sebagainya. Menurut bahasa, zakat diartikan dengan subur, suci, dan bersih. Ini juga dapat dimaknai bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan hati seseorang untuk lebih baik.

Jika dilihat dari sejarahnya, sejarah dulunya tidak diwajibkan dengan nominal yang ditentukan. Perintah dalam Al-quran jelas dipaparkan bahwa manusia atau umat Islam wajib memberikan sedekah yang sifatnya bebas dan tidak wajib.

Namun, zakat menjadi wajib hukumnya pada tahun 665 Masehi ketika Rasulullah mewajibkan zakat dan menentukan zakat wajib bagi mereka yang kaya atau memiliki kekayaan berlebih. Umat Islam yang memmiliki kekayaan wajib hukumnya untuk membantu sesamanya yang kurang berkecukupan dengan akat.

Zakat sendiri memiliki beberapa dua jenis yang berbeda. Berbeda dalam hal ini hanya terletak pada pembayaran yang dilakukan namun konsepnya tetap berbagi.

Pertama adalah zakat fitrah, yang merupakan zakat yang dikeluarkan atau wajib dibayarkan oleh seorang muslim pada saat Idul Fitri untuk melengkapi amalan dan ibadah bulan Ramadhan.

Zakat ini berupa beras yang beratnya 2,5 kilogram atau bisa dengan uang. Kedua adalah zakat maal, yang merupakan zakat wajib oleh seorang muslim karena mendapatkan keuntungan pada perniagaan, agrarian, pertambangan, dan sebagainya. Jumlah pembayaran untuk zakat maal ada hitungan sendiri dan tidak ditentukan dengan mutlak.

Baca Juga :

Setelah terkumpul melalui amil zakat, hasil zakat kemudian dibagikan pada golongan yang berhak menerima. Golongan yang berhak menerima zakat seperti fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil. Saat ini penerima zakat paling banyak adalah fakir dan miskin termasuk mereka yang yatim piatu dan hidup sendiri.

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme