Pengertian dan Prinsip Kerja Voltmeter

Pengertian Voltmeter dan Prinsip Kerja Voltmeter – Rata – rata sih ya pria banyak yang udah mengetahui apa itu Voltmeter dan apa saja prinsip kerja dari benda tersebut, namun gak semuanya sih yang paham, maka dari itu akan saya jelaskan mengenai hal tersebut karena secara gak sadar kita sangat memiliki keterkaitan dengan benda elektronik karena kehidupan sehari – hari kita sangat ditunjang dengan adanya barang elektronik, oke silahkan disimak artikel ini untuk mengetahui mengenai voltmeter.

Pengertian Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran tegangan antara dua titik pada suatu rangkaian listrik yang dialiri arus listrik, dan biasanya pada alat ukur ini terdapat tulisan voltmeter yang dilambangkan dengan tanda V, kemudian milivoltmeter yang dilambangkan dengan mV, selanjutnya adalah mikrovoltmeter dan terakhir adalah kilovolt yang dilambangkan dengan tanda kV.

Pada saat ini terdapat dua jenis voltmeter, yaitu yang berbentuk analog menggunakan jarum penunjuk dan voltmeter digital yang menggunakan LCD (Liquid Crystal Display).

Untuk yang belum mengetahui bahwa voltmeter sendiri memiliki batas ukur tertentu, yakni nilai tegangan maksimum yang dapat diukur oleh voltmeter tersebut, dan jika tegangan yang diukur oleh voltmeter melebihi batas ukurannya maka voltmeter akan mengalami kerusakan.

Adapun prinsip kerja voltmeter yang perlu kamu ketahui bahwa adanya kemiripan dengan prinsip kerja alat ukur listrik yang dinamakan ampermeter, hal ini disebabkan oleh desainnya yang terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier.

Dimana galvanometer menggunakan prinsip hukum Lorentz, yang akan dapat dilihat dari interaksi antara medan magnet dan kuat arus yang menimbulkan gaya magnetic.

Gaya magnetic inilah yang akan menggerakan jarum penunjuk sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang telah melewati kumparan, dimana makin besar kuat arus akan semakin besar pula penyimpangannya.

Kemudian fungsi multiplier adalah menahan arus agar tegangan yang terjadi pada galvanometer tidak melebihi kapasitas maksimumnya, sehingga sebaian tegangan akan berkumpul pada multiplier, dengan demikian kemampuan mengukurnya menjadi lebih besar.

Untuk lebih mudahnya dalam melakukan penggunaan alat ukur ini maka harus disusun secara pararel dengan sumber tegangan, yang dikarenakan voltmeter memiliki hambatan yang sangat besar, cara memasang voltmeter adalah dengan menghubungkan sumber tegangan yang memiliki potensial tinggi dengan probe (+) dan potensial lebih rendah denan probe (-). Untuk mengukur tegangan DC ada beberapa langkah, yakni :

  • Pastikan voltmeter memiliki kinerja yang maksimal dan tidak sedang mengalami kerusakan
  • Pastikan voltmeter berada pada angka 0
  • Lakukan kalibrasi
  • Selanjutnya atur batas ukur DCV untuk tegangan DC dan ACV untuk tegangan AC
  • Batas ukur harus lebih besar dari tegangan yang akan diukur, apabila belum mengetahuinya disarankan untuk mengukur menggunakan batas ukur terbesar
  • Pasang voltmeter secara pararel terhadap komponen
  • Silahkan untuk membaca skala yang tertera pada voltmeter

Bila pemasangan probe terbalik maka akan terlihat penyimpangan jarum kearah kiri untuk DC, sedangkan untuk arus AC tidak akan bermasalah.

Baca Juga : Pengertian Dan Jenis Gelombang

Yap ! mungkin sekian pengetahuan mengenai pengertian dan prinsip kerja dari voltmeter, semoga dapat memberikan pengetahuan yang dibutuhkan dalam menggunakan voltmeter tersebut. Terimakasih.

Updated: Februari 13, 2019 — 8:22 am
Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme