Proses, Cara Dan Jenis Penyerbukan Bunga Alamanda

Proses, Cara Dan Jenis Penyerbukan Bunga Alamanda  – Yang dimaksud dengan Bunga Alamanda adalah salah satu jenis bunga hias yang merupakan kelompok tanaman bergetah dan bermahkotakan tebal atau berlilin / awet dan kuat. Meskipun mempunyai bunga yang cukup cantik dan menarik namun getah tanaman hias ini dapat menyebabkan hewan atau pun manusia yang terkena secara tak sengaja akan muncul rasa gatal – gatal yang cukup parah. Namun di Indonesia tetap saja bunga ini menjadi primadona.

Bagi anda yang ingin membudidayakan tanaman ini dalam skala besar, maka perlu mengerti tentang beberapa hal contohnya dari tahapan memilih jenis – jenis bibit unggul, penanaman, pemeliharaan dan penyerbukan terhadap tanaman hias Bunga Alamanda.

Dari semua tahapan yang perlu anda perhatikan khusus adalah kegiatan penyerbukan. Karena tujuan anda untuk mengembangbiakkan tanaman hias ini adalah guna menghasilkan bunga yang menarik yaitu banyak dan indah. Nah disinilah pentingnya kegiatan penyerbukan yang mampu mewujudkannya. Dikenal banyak cara penyerbukan bunga seperti cara ‘anemogami’, air, hewan, dan manusia. Cara – cara ini mempunyai kekhasan masing – masing yaitu yang terbaik bisa anda coba untuk memperoleh hasil termenarik.

Berikut di bawah ini akan kami berikan penjelasan singkat tentang cara dan jenis penyerbukan terhadap tanaman hias Bunga Alamanda agar hasilnya memuaskan.

1. Jenis Penyerbukan Sari Bunga Dengan Bantuan Manusia

Sediakan bibit bunga dengan warna yang anda sukai. Bisa sejenis atau beda warna. Selanjutnya anda menyiapkan korek api / ‘pinset’ dan gunting / pisau sebagai perlengkapan berupa alat untuk membantu melakukan penyerbukan terhadap tanaman bunga yang dimaksud.

Langkah kedua adalah membuka bagian benang sari bunga dengan memakai gunting / pisau baru. Bagian yang akan anda gunting adalah bagian tengah yang mempunyai bentuk menyerupai korek api berwarna hijau / kuning yang disebut dengan nama benang sari. Jika sudah selesai memotong maka gosok – gosokkan pada bagian stigma dari tanaman hias ini yang memiliki bentuk berupa benjolan berbulu dibagian tengah. Nah selanjutnya adalah anda tinggal menunggu hasil dari penyerbukan Bunga Alamanda yang terjadi karena bantuan manusia.

2. Penyerbukan Bunga Alamanda Dengan Bantuan Hewan

Cara kedua ini adalah dikenal dengan istilah ‘simbiosis mutualisme’ yaitu adanya proses ‘interaksi’ terhadap tanaman Bunga Alamanda dengan mahkluk hidup lainnya seperti hewan merupakan ‘komponen biotik’ dimana penjelasan secara lengkap dapat anda baca tersebut di bawah ini :

Pilih bunga yang akan digunakan untuk melakukan penyerbukan yaitu bermahkota kuat dengan warna – warna mencolok serta aroma khas kesukaan hewan – hewan tertentu seperti hewan ‘polinator’ yang agresif akan mencari apakah ada sumber makanan untuk mereka di dalam bagian terdalam dari Bunga Alamanda.

Nah pada waktu mereka keluar dari dalam Bunga Alamanda maka serbuk sari terlanjur melekat pada bagian – bagian tertentu dari gerombolan hewan polinator tersebut. Jika salah satu dari mereka hinggap pada Bunga Alamanda yang lainnya maka kemungkinan penyerbukan bisa terjadi pada tanaman bunga yang baru dihinggapi. Kondisi ini didukung oleh serbuk sari yang berjatuhan dibagian stigma Bunga Alamanda. Selanjutnya tinggal menunggu hasil yang sempurna jika proses berlangsung lancar.

3. Tehnik Grafting

Selain dengan cara melakukan penyerbukan seperti tersebut di atas, untuk memperoleh warna – warni Bunga Alamanda maka anda dapat mencoba dengan mengaplikasikan teknik ‘grafting’. Yang dapat dilakukan adalah dengan memilih salah satu tanaman hias yang memiliki batang kuat untuk mampu bertahan hidup selama tanaman yang bersangkutan sedang dalam proses penumbuhan jaringan kulit baru melalui sambungan.

Adapun yang dimaksud dengan tehnik grafting adalah merupakan sebuah cara termudah yang bisa anda terapkan untuk membudidayakan tanaman hias dengan cara vegetatif.

Berikut di bawah ini akan kami berikan tentang cara membuat tanaman hias Bunga Alamanda agar mau berbunga dengan mahkota bunga memiliki warna – warni.

Sediakan bibit unggul dengan warna yang berbeda sesuai selera anda. Lalu potong tangkai Bunga Alamanda yang akan anda sambung. Perhatikan teknik memotong adalah gaya miring agar dapat dengan mudah menyambungkannya pada cabang – cabang yang anda inginkan.

Atau belah sedikit saja cabang yang akan anda sambung agar mudah melakukannya, selanjutnya cabang ini akan disambungkan dengan jenis Alamanda yang memiliki hormon tumbuhan sehingga perkembangannya nanti menjadi unik dan lebih bagus dari aslinya.

Ikat yang kuat dan hati – hati dengan memakai tali batang Pohon Pisang / plastik agar aman dari gangguan hewan pemakan tunas tumbuhan yang baru dan masih muda, atau merusak cabang – cabang yang baru saja disatukan dengan memakai tehnik grafting. Hari – hari selanjutnya adalah menyiram sambil mengamati apakah ada perubahan positif dari diterapkannya cara ini.

Demikian infromasi yang dapat kami berikan tentang proses, cara, dan jenis penyerbukan Bunga Alamanda, semoga saja dapat membantu anda yang berminat. Terimakasih !

Updated: Januari 11, 2019 — 4:44 pm
Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018 Frontier Theme